Minggu, 07 Juni 2015

Alasan Kenapa Penderita Osteoporosis Dan Nyeri Sendi Harus Makan Kolang Kaling

Kolang-kaling adalah produk olahan hasil perebusan endosperm biji buah aren yang masih muda. Buah ini sebetulnya hanya merupakan protein albumin yang dibutuhkan benih pohon aren sebagai persediaan makanan. Buah yang tinggi kadar airnya ini, diambil dari biji buah aren yang berbentuk lonjong pipih, bergetah, dan bikin gatal. Istilah Sundanya tangkal kawung atau taren. Mirip kelapa namun kelihatan kotor karena terbalut oleh ijuk.

Tanaman bernama Latin arenga pinnata ini tumbuh mulai dari Indo-China ke selatan sampai Asia Tenggara, kolang-kaling dalam bahasa Belanda biasa disebut glibbertkjes. Banyak terdapat hampir di seluruh wilayah Indonesia. Biasanya tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian 250 – 1.400 meter di atas permukaan laut. Meskipun getahnya amat gatal, buah aren yang masak musang (careuh,luwak).

Pada saat buah masih muda dengan kulit luarnya berwarna hijau, biji aren mempunyai tekstur yang lembek dan berwarna bening. Kulitnya berwarna kuning dan tipis, bentuk bijinya lonjong. Biji muda inilah yang dinamakan kolangkaling. Untuk menghasilkan kolang-kaling, buah aren ini harus diba kar terlebih dahulu hing ga hangus atau direbus selama beberapa jam. Setelah direndam dengan air kapur beberapa hari untuk menghilangkan getahnya yang gatal dan beracun, barulah biji-biji ini bisa diolah.

Dalam 100 gram kolang- kaling terkandung 0,69 gram protein, karbohidrat 4,0 gram, kadar abu 1 gram dan serat kasar 0,95 gram. Kadar air kolang-kaling relatif sangat tinggi, yakni mencapai 94%, sehingga kolang-kaling terasa segar saat dikonsumsi.

Kadar gelatin yang dimilikinya juga cukup tinggi sehingga memiliki manfaat membantu mempercepat rasa kenyang, menghentikan nafsu makan dan mengakibatkan konsumsi makanan jadi menurun sehingga cocok dikonsumsi sebagai makanan diet.

Serat kolang-kaling yang masuk ke tubuh menyebabkan proses pembuangan air besar teratur sehingga dapat mencegah kegemukan atau obesitas. Meskipun secara tidak sadar dimaksudkan untuk diet namun mengonsumsi kolang-kaling secara rutin, terutama selama bulan puasa ini, sudah merupakan diet yang gampang sekaligus menyehatkan. Jadi kalao ingin langsing, makan kolang-kaling.

Manfaat dan Khasiat Kolang-Kaling Adalah Sebagai Berikut :

Memperlancar pencernaan

Kolang kaling mengandung serat kasar yang bagus untuk memperlancar proses pencernaan, selain dari itu kandungan karbohidrat yang terdapat didalamnya juga dapat memberikan rasa kenyang dan memberikan energi, sehingga kolang-kaling sangat cocok untuk dikonsumsi bagi anda yang lagi menjalankan proses program diet sehat.


Obat radang sendi

Kolang kaling mengandung galaktomanannan, dan ini sering dijadikan sebagai salah satu bahan obat radang sendi, galaktomannan ini mempunyai fungsi meredakan sakit yang disebabkan oleh peradangan pada sendi. Saat anda mengalami radang sendi, konsumsilah kolang-kaling sebanyak 100-200 gram sehari yang hanya direbus, tanpa pewarna dan gula.

Mencegah osteoporosis

Kolang kaling juga mengandung kalsium dalam 100 gram kolang kaling mangandung kalsium hingga 91 miligram, kandungan ini tentu cukup tinggi dan dapat digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan kalsium tubuh, dan sangat cocok dikonsumsi bagi yang alergi terhadap susu.

Obat gatal-gatal

Selain buahnya yang sudah diproses getah kolang kaling juga memiliki khasiat sebagai obat gatal-gatal, membalurkan getah, kolang kaling sebelum dibakar saat proses pembuat sangat ampuh mengobati gatal-gatal yang sedang anda derita.


Itulah beberapa alasan buat kamu penderita osteoporosis dan radang sendi untuk sering sering makan buah kolang kaling yang secara alami sangat bermanfaat untuk mencegah penyakit tadi.Semoga bermanfaat dan Selalu menjaga gaya hidup sehat dengan cara konsumsi bahan haban yang bersumber dari aalam sekitar.

loading...