Kamis, 04 Juni 2015

#KulinerSemarang - Wedang Rempah Mbah Jo Jujugan Artis dan Pejabat

Suara adzan maghrib mulai berkumandang, Senin (1/6/2015), saat beberapa pengunjung datang di warung "Wedang Rempah Mbah Jo". Warung di Jalan Menteri Supeno 1, Kota Semarang, itu memang mulai ramai sore hingga malam hari.

Tak ada pelayan khusus di warung ini. Mereka yang ingin memesan, bisa langsung menghampiri Mbah Jo yang hampir tak pernah meninggalkan meja tempat dia membuat minuman. Seperti nama warung itu, Mbah Jo menyuguhkan minuman berbahan utama rempah-rempah di antaranya jahe, kunir, dan temulawak. Sebagai campuran, tersedia asam, jeruk nipis, kopi, susu, juga teh. Ada sekitar 20 menu wedang rempah yang ditawarkan.




Tak perlu menunggu lama. Segelas wedang rempah akan di antar pegawai atau anak Mbah Jo, bahkan kadang Mbah Jo secara pribadi, ke meja tempat Anda duduk. Biasanya, pengunjung memesan wedang rempah dalam kondisi panas. Menu wedang rempah favorit di antaranya, jahe rempah, jahe susu, jahe kencur, jahe temulawak, teh jahe, kopi jahe, wedang racik (woh), dan beras kencur. Semua dibanderol sama, Rp 5.000 per gelas. Hanya, jahe rempah susu atau lebih dikenal pelanggan sebagai wedang surem dibanderol Rp 7.000 per gelas. (harga per Juni 2015).

Di warung yang dirintis sejak 1996 itu, Anda juga bisa memesan dan mengombinasikan rempah sesuai keinginan. Langsung sebut saja bahan yang Anda inginkan. Bahkan, jika tidak tahu khasiat rempah-rempah yang digunakan, cukup mengatakan wedang rempah pengusir masuk angin, Mbah Jo akan meracik minuman khusus tersebut.

Segelas wedang rempah yang dibuat Mbah Jo berisi rempah-rempah yang telah digeprak dan diseduh menggunakan air panas. Perlu sedikit diaduk agar gula batu cepat mencair dan menyatu. Beberapa pengunjung menyeruput langsung wedang rempah dari gelas. Jika tak mau ampas rempah-rempah ikut masuk ke mulut, Anda bisa menggunakan sedotan. Ada pula pengunjung yang menuang wedang rempah di lepek (piring kecil) yang menjadi gelas wedang rempah agar cepat dingin. Apapun caranya, wedang rempah tetap nikmat.

Menurut Mbah Jo, wedang rempah yang dijual awalnya hanya berupa wedang jahe. Sekitar 2002, dia membaca artikel tentang wedang rempah dari sebuah majalah gaya hidup. Dia pun mencoba meracik. Hasilnya tak langsung dijual. Dia membuat minuman kreasinya untuk acara perkumpulan RT RW di kampungnya di Sukoharjo. "Warga ternyata senang dan cocok dengan wedang rempah itu. Barulah saya mulai menjual dan sekarang malah menjadi utama," jelas pria 56 tahun itu.

Mbah Jo tak hanya melayani pembelian wedang rempah yang diminum di tempat. Dia juga meracik rempah geprak dan gula batu dalam bungkusan plastik tanpa diseduh air panas. Paket seharga Rp 5.000 ini disediakan bagi mereka yang ingin menikmati wedang rempah di rumah.

Sebagai pendamping, Mbah Jo menyediakan beragam camilan. Di antaranya, nasi rames telur, nasi lombok ijo telur, nasi kikil, nasi orak arik, yang masing-masing dibanderol Rp 3.000 per bungkus kecil. Juga, ada gorengan berupa singkong, mendoan, bakwan dan lentho, serta kerupuk dalam plastik kecil yang masing-masing dibanderol Rp 1.000 per buah.

Khasiat wedang rempah racikan Mbah Jo sudah sangat dikenal di Kota Lumpia. Mereka yang datang pun beragam, mulai dari pegawai, mahasiswa, pejabat, juga artis. "Yang belum lama ini mampir, ada Vicky Nitinegoro dan Nadine Candrawinata. Kalau pejabat nasional, dulu Pak Laksamana Sukardi dan Bagir Manan (ketua Dewan Pers) pernah juga ke sini bersama keluarga," cerita Mbah Jo.

Di kalangan pegawai di Kota Lumpia, Warung Rempah Mbah Jo jadi tempat melepas lelah sepulang kerja. "Saya rutin mampir, minimal dua kali seminggu untuk minum jahe rempah. Saya lebih sering datang sepulang kerja. Dulu, pertama datang karena saya sakit batuk dan setelah minum jahe rempah sembuh. Saya juga membungkus jahe rempah kering untuk diseduh di rumah," kata Hendar Miarso, manajer satu lembaga keuangan di Semarang yang sudah menjadi langganan Warung Wedang Rempah Mbah Jo.

Warung yang terletak di belakang kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah atau lebih dikenal Gubernuran dan Kantor DPRD Jateng ini buka setiap Senin hingga Jumat pukul 06.00-22.00 WIB. Hari Sabtu, warung tersebut libur. Sementara, hari Minggu dan hari besar nasional buka pukul 18.00-22.00 WIB.

Anda yang kebetulan berada di kawasan Simpanglima Kota Semarang, bisa berjalan kaki ke arah gedung DPRD Jawa Tengah. Sesampai di Tugu Tunas Jalan Pahlawan, Anda bisa berbelok ke kanan ke Taman Menteri Supeno. Selanjutnya, berbelok ke kiri di gang pertama jalan yang berada tepat di belakang Kantor Gubernur hingga menemukan Warung Wedang Rempah Mbah Jo di pojok kanan jalan. (*)
Sumber : Tribun Jateng

loading...