Senin, 10 Agustus 2015

Kuliner Ekstrim : Menu Penis Kuda Ini Jadi Favorit Di Restoran Ini

Kuliner Ekstrim : Menu Penis Kuda Ini Jadi Favorit Di Restoran Ini

AWAL Desember 2014, lapak pedagang hewan laut di pasar-pasar di Hongkong (tradisional maupun modern), kedatangan "anggota" baru.

Hewan laut yang sesungguhnya sudah lama dikenal, namun memang belum lama disadari dapat diracik menjadi menu makanan yang selain bercitarasa nikmat, juga berharga mahal.


Anggota baru itu bernama Geoduck. Sejenis kerang namun bentuknya tidak mirip dengan kerang-kerang yang sebelumnya sudah umum diketahui. Di China, Geoduck atau Panopea generosa, disebut juga "Bebek Lumpur" (Mud Duck). Nama ini diberikan karena kerang ini memang berhabitat di tepian pantai berlumpur, dan memiliki daging yang menggelambir dan bulat panjang menyerupai leher bebek atau angsa.

Dengan dasar pendekatan yang sama, ada juga sebagian kalangan yang menyebutnya sebagai Elephant Trunk Clam atau Kerang Belalai Gajah.
bilde - Kuliner Ekstrim Otong Kuda

Namun entah bagaimana, dan entah siapa yang mula-mula iseng, daging yang bulat panjang ini tidak dipandang sebagai leher bebek atau angsa, akan tetapi (maaf) penis kuda.

Di Hongkong, istilah yang muncul belakangan ini bahkan dengan cepat melesat dan jadi lebih populer ketimbang sebutan awalnya. Horse Penis, bukan Mud Duck atau Elephant Trunk Clam.

Terlepas dari istilah yang berbeda-beda, penamaan Geoduck sebagai Horse Penis, sedikit banyak telah menjadi kampanye tersendiri baginya. Sejak Mei 2015, persisnya setelah Pemerintah Hongkong membuka kembali keran ekspor dari China dan British Columbia (salah satu provinsi di Kanada).

Selain citarasa yang nikmat (disajikan dalam bentuk sup, sushi, sashimi, maupun dipanggang dan digoreng), Horse Penis alias Geoduck menjadi menu yang dipesan paling banyak di restoran-restoran kelas atas di Hongkong dalam beberapa bulan terakhir, karena khasiatnya.

Kuliner Ekstrim Bontang Media

Kuliner Ekstrim Bontang Media

Kerang yang unik ini, diklaim dapat membantu meningkatkan produksi hormon testosteron, dua sampai tiga kali lipat dibanding jika mengkonsumsi kerang-kerang biasa.

Tertarik dan ingin mencoba? (ags/coconut hongkong/Tribun Medan)

loading...