Sabtu, 01 Agustus 2015

Pengobatan Paling Aneh dan Berbahaya Sepanjang Masa

Pengobatan Paling Aneh dan Berbahaya Sepanjang Masa

Praktik pengobatan sejak lama menggunakan prinsip "Primum non nocere" atau "Yang pertama, jangan menyakiti (pasien)".

Kenyataannya pada masa lalu, masih belum terlalu lama berselang, dokter dan praktisi menggunakan beberapa cara yang cukup aneh dan sangat berbahaya.

Simak beberapa pengobatan pada masa lalu yang sepertinya sangat absurd di bawah ini. Beberapa di antaranya masih dipakai sampai saat ini.



1.Diet Cacing Pita

Diet cacing pita muncul pada awal abad ke-20. Cara ini pernah dianggap efektif untuk menurunkan berat badan. Namun, beberapa spesies cacing pita, ternyata bukan hanya membuat berat badan menurun. Cacing pita bisa membuat inangnya menderita gizi buruk, mual, muntah, diare, anemia dan risiko kesehatan lainnya.

"Cacing pita dapat 'mengganggu' pencernaan Anda karena menyerap nutrisi yang artinya berat badan tidak akan naik meskipun banyak makanan yang masuk. Konsumsi kapsul cacing pita dapat menurunkan berat badan hingga 2 kilogram per minggu," tulis Everydiet.org.

Dalam sejumlah kasus, cacing pita malah membuat perut jadi buncit, sakit perut, cacing pita tidak bisa dikeluarkan, hingga kematian. Begitupun, sampai saat ini masih ada penggila diet yang menerapkan cara ini.



2. Coca-Cola Minuman Sehat

Coca-Cola awalnya diciptakan oleh Dr John Pemberton sekitar 1886 sebagai "obat" formula dan dipasarkan sebagai minuman "kesehatan" . Awalnya, minuman bersoda ini mengandung kokain. Namun bahan itu kemudian dihapus pada tahun 1903. Dispenser soda bahkan dipasang di beberapa apotek pada tahun 1948.



3. Besi Panas Untuk Wasir

Pada masa lalu, orang percaya jika sesorang tidak berdoa kepada St Fiacre, mereka akan menderita wasir.
Jika Anda adalah salah satu dari orang yang tak beruntung itu, Anda akan dikirim ke para biarawan-yang akan menempatkan besi merah-panas di anus Anda. Kejam, tetapi alternatif yang lebih menyakitkan juga kurang efektif. Mereka akan mengirim Anda untuk pergi dan duduk di atas batu terkenal St. Fiacre. Ini adalah tempat di mana biarawan Irlandia abad ketujuh secara ajaib sembuh dari wasirnya. I

Pada abad ke-12, kondisi akhirnya berubah. Seorang dokter Yahudi, Musa Maimonides, menulis sebuah risalah terdiri dari tujuh bab tentang wasir. Dia menganjurkan metode yang jauh lebih sederhana: berendam di kamar mandi.


4. Terapi Radium

Sebuah iklan pada tahun 1913, pernah menganjurkan agar kita selalu mempersiapkan air minum radioaktif di rumah untuk pengobatan diabetes dan rematik.

Awalnya, unsur ini banyak digunakan untuk cat yang bersinar. Sekarang, radium jelas dianggap berbahaya kesehatan. Paparan jangka panjang meningkatkan risiko mengembangkan beberapa penyakit.



5. Serbuk Mumi
Sepanjang abad pertengahan, di Eropa dan Timur Tengah, mayat mumi digiling menjadi bubuk dan digunakan sebagai obat. Bubuk mumi dianggap obat untuk menyembuhkan penyakit umum, seperti sakit kepala dan sakit maag.

6.Sirup Penenang

Sirup penenang merek Mrs Winslow adalah formula yang popular pada akhir tahun 1800-an untuk membantu proses tumbuh gigi pada anak-anak. Apa kandungan dalam sirup spesial ini? Alkohol dan morfin sulfat. Sirup ini akhirnya ditarik dari pasaran pada 1930-an.

7. Trepanasi
Trepanasi dilakukan dengan melubangi tengkorak untuk membuka dura meter, membran terluar otak. Praktik ini diyakini dapat mengurangi tekanan dan mengobati masalah kesehatan yang berpusat di kepala seperti epilepsi, migrain, dan gangguan mental, serta "memperbaiki" masalah fisik seperti patah tulang tengkorak.

Tak perlu dikatakan, terpaparnya bagian otak secara bebas akibat trepanasi menimbulkan paparan kuman yang berakibat fatal. Trepanasi masih dilakukan beberapa waktu lalu. Tahun 2000 lalu, dilaporkan dua orang dari Amerika Serikat melakukan trepanasi pada wanita yang menderita depresi dan sindrom kelelahan kronis.
Via : Tribun Medan

loading...