Senin, 17 Oktober 2016

Baru 1,56 Persen Wirausahawan, Ini Langkah Memacu

Baru 1,56 Persen Wirausahawan, Ini Langkah Memacu

Saat ini Indonesia baru memiliki 1,56% wirausahawan dari sekitar 252 juta penduduk, padahal sebuah negara bisa dikatakan maju jika jumlah wirausahawannya mencapai 2% dari total jumlah penduduk.

Bandingkan dengan jumlah wirausahawan di negara Asean lain seperti Singapura yaitu 7%, Malaysia 5%, Thailand 4,5%, dan Vietnam 3,3%. Ketertinggalan ini harus segera dikejar, apalagi mengingat tahun ini Masyarakat Ekonomi ASEAN telah dimulai.

Dengan terciptanya pasar bebas di bidang permodalan, barang, jasa, dan tenaga kerja, sangat penting bagi Indonesia untuk terus mempersiapkan wirausahawan muda berkualitas yang mampu memajukan negara sekaligus bersaing di tingkat internasional.

Menyikapi hal ini, Sampoerna University menggelar sebuah talkshow bertajuk “Passion for Future: Creative Business for Millennial”, yang mengangkat dunia wirausaha sebagai salah satu pilihan utama bagi generasi muda dalam berkarya di masa depan.

Sebagai inspirasi, acara ini menghadirkan para praktisi yang telah sukses dalam berwirausaha dan berhasil memberikan kontribusi positif pada perekonomian maupun lingkungan sosial. Mereka adalah Danny Oei selaku Chief Marketing Officer GDP Venture – sebuah grup holding yang membawahi 20 perusahaan yang berfokus pada pengembangan komunitas, bisnis, periklanan serta hiburan, dan Chaerany Putri selaku Founder Gerak Cepat (www.gerakcepat.com) – platform digital yang bertujuan mewadahi kepedulian generasi muda Indonesia terhadap isu-isu politik dan sosial.

Ir. Muhril Ardiansyah,M.Sc.,Ph.D, Wakil Dekan Faculty of Business Sampoerna University mengatakan, "Di tengah persaingan ketat dunia kerja yang terjadi saat ini, tumbuhnya pengusaha-pengusaha muda Indonesia yang berhasil merintis usaha mereka hingga dikenal di mancanegara merupakan sebuah kontribusi besar yang mampu memperkuat struktur perekonomian bangsa, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang lebih luas untuk menyerap tenaga kerja lokal."

"Seiring dengan kompetisi yang semakin ketat di era MEA ini, upaya untuk membangun wirausaha-wirausaha baru perlu untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan kualitasnya," tambahnya.

Muhril menjelaskan bahwa dalam rangka menumbuhkan semangat wirausaha dan menyiapkan mental mahasiswanya, salah satu penekanan pembelajaran di Sampoerna University adalah melalui pemberian berbagai studi kasus yang mendekatkan para mahasiswa kepada realita yang terjadi di dunia usaha.

Dengan cara ini, mereka menjadi terbiasa untuk mengasah kompetensi serta memiliki perspektif global dalam melihat dan mengembangkan peluang bisnis.

Bagi Chaerany Putri, teknologi merupakan peluang yang ia manfaatkan untuk menekuni bidang Social Entrepreneurship melalui Gerak Cepat. Wadah yang berada di platform digital ini awalnya didirikan bagi para relawan dan nonrelawan yang memiliki optimisme dalam mendukung pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla pada pemilihan Presiden tahun 2014 lalu. [air]beritajatim.com

loading...