Sabtu, 24 Desember 2016

HIDUP BUKAN SOAL KAYA ATAU MISKIN... TETAPI TENTANG SABAR DAN BERSYUKUR....YANG SETUJU SHARE

MediandaTerkini � Sahabat medianda terkini Sabar memang banyak dikenal orang  namun tidak semua orang mampu memiliki rasa sabar. Tulisannya memang hanya sedikit namun terkadang sang berat menjalaninya. Sangat banyak artikel yang mengetengahkan topik bersyukur serta ajakan untuk selalu sabar. Judul di atas saya kutip dari seseorang guru yang begitu saya kagumi. Ustaz Subhan Bawazier, mudah-mudahan Allah memanjangkan usia beliau dalam ikhlas sharing pengetahuan pada kita yang jauh dari alim. Soal hidup yang semakin hari semakin merasa berat. Ada satu kunci yang dapat bikin hidup terasa lebih ringan. Bikin senyum lebih terkembang ikhlas. Ndilalah, permasalahan untuk masalah dalam kehidupan selalu menari di depan mata. Seakan meledek kita yang tengah terengah-engah menguber semuanya keperluan hidup. Naif bila kita menafikan materi dalam kehidupan. Naif juga apabila kita serta-merta membuatnya sebagai hanya satu maksud hidup. Lantaran bahagia adalah mengenai rasa.




Yakinlah, manusia akan tidak pernah miliki semuanya.


Islam adalah agama yang membuat hambanya berserah diri dengan cara utuh pada Yang Maha Kuasa. Lantaran tidak satu argumen dengan perintah ataupun laranganNya. Itu adalah kesempurnaan satu agama. Terima seutuhnya. Menggerakkan penuh kerelaan.


Sudah pasti anda pernah lihat atau mengetahui orang yang terlihat memiliki semuanya. Hidup bergelimang harta, karir cemerlang, keluarga bahagia, reputasi tanpa ada cela, pakar beribadah, berjiwa sosial, serta senantiasa menyayangi. Orang yang dengan cara zahir membuat kita layak iri dengannya. Namun sekali lagi, yakinlah, manusia memiliki keterbatasan untuk melihat. Kita cuma dapat menganalisa dari jauh. Lantas dengan mudah mengambil rangkuman serta mempercayai apa yang menginginkan kita percayai.


Titik paling rendah seseorang manusia bukanlah waktu ia tidak mempunyai apa pun di kantongnya. Namun ketiadaan iman di relung hatinya.


Putus cinta, dikhianati, diabaikan, serta diperlakukan semena-mena kerapkali membuat kita jatuh. Tersungkur meratapi begitu hina serta rendahnya kita dalam kehidupan ini. Lalu diam-diam menaruh dendam, mengubah kalimat-kalimat kutukan yang kita ketahui tidak dapat merubah apa pun yang sudah, akan, dan tengah terjadi.


Terutama, manusia begitu membenci peristiwa waktu ia tidak miskin dengan cara materi. Ketika saldo rekening tidak lagi mampu menghidupi, saat semua jenis keperluan merasa sangat mahal. ketika itu kita akan terasa menanggung derita yang sesungguhnya. Mesti disadari, materi adalah teman dekat karib manusia.


Tetapi, diatas semuanya. Perasaan kekurangan serta ketidakberdayaan yang sesungguhnya bukanlah datang dari ketiadaan materi. Saya tidak berupaya untuk berkata bijak disini. Namun memanglah, asumsinya materi berbentuk konkrit serta gampang habis. Disamping itu, kepemilikan iman di hati akan senantiasa kekal. Meneguhkan dan menyemangati hidup.


Saat ini, di luar sana. Terdapat banyak ribu orang yang ikhlas mati agar bisa hidup seperti anda.

Baca juga Kesetiaan Wanita Diuji Saat Pasangannya Tidak Mempunyai Apa-apa


Bagaimana langkahnya mengakibatkan perasaan bersyukur? Yakni dengan berhenti mengeluh. Dengan beradaptasi lewat cara cocok. Sebab lewat cara alami, manusia tidak akan pernah merasa lebih baik dari sesamanya. Karena itu, saat banyak nikmat hidup telah direngkuh. Alih-alih menyibukkan diri dengan selusin ide pribadi yang duniawi. Coba luangkan diri untuk mengemukakan dalam hati. " Ada berapakah sebagian orang yang hidupnya tidak lebih mujur dari saya? "


Sabar itu kata ciri-ciri. Tidaklah kata benda yanng terbatas jumlah dan kualitasnya.


Sabar itu ada batasnya. Habis sudah kesabaran saya. Anda fikir, saya masih tetap bisa sabar?


Saya memang belum mengecek apa makna sabar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Namun, jika dapat mengungkap maknanya, buat saya, sabar yakni kata ciri-ciri. Dan masing-masing kata ciri-ciri itu tidak terikat ukuran. Bermakna, tidak ada batasan yang ajeg untuk meyakinkan seberapa besar atau kecil atau banyak atau sedikit jumlah dan/atau mutunya.


Kata ciri-ciri itu relatif. Memiliki parameter berbeda untuk masing-masing orang. Kita memang bisa mengambil suara paling banyak atau kebiasaan umum untuk memaknai kata sabar. Namun masih tetap mesti, sabar selalu terkait dengan kondisi dan keadaan. Isu yang diangkat tidak pernah bisa digeneralisasi. Oleh karenanya, sebagai makhluk yang senantiasa bergerak. Hadapi jutaan kesempatan. Perasaan demikian sombong apabila lewat cara pribadi kita membatasi rasa sabar untuk sendiri.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Beradab.com 

loading...