Minggu, 08 Januari 2017

Inilah Beberapa Alasan Harga Cabai Melambung Tinggi

MediandaTerkini � Sahabat MediaTerkini, Kebanyakan orang berdalih belum makan namanya jika tidak menyantap nasi, begitu pula belum sedap rasanya jika tidak memakai sambal. Itulah kebiasaan masyarakat Indonesia. Sebagian masyarakat Indonesia menyenangi santapan serba sambal. Oleh karena itu, tidak heran jika sambal mempunyai berbagai macam bentuk dan pengolahannya.



Diakhir tahun 2016 hingga memasuki awal tahun 2017, pecinta sambal sepertinya terus kecewa. Pasalnya, sambal yang disajikan akan terasa kurang pedas. Kenaikan harga cabai rawit terjadi di banyak wilayah Indonesia. Saat ini harga cabai rawit merah menembus kisaran Rp 100.000 per kilogram, mengalahkan harga daging di pasaran.

Pedagang sayur mayur di Pasar Pelita, Sukabumi, Asep Suherman membenarkan harga cabai rawit merah kini mengalami lonjakan tajam. Dalam seminggu terakhir ini, harga cabai sudah naik empat kali. Dari harga hanya kisaran Rp 40.000 per kilogram kini telah menembus Rp 100.000 per kilogram, dikutip daripikiranrakyat(dot)com.



�Memang ada kenaikan harga karena pasokan terus berkurang. Bahkan 2 hari terakhir cabai rawit kosong. Sebagian besar pedagang tidak menjual cabai rawit merah. Kalaupun ada cabai rawit hijau yang kini ikut-ikutan naik mencapai Rp 80.000 per kilo,� kata Asep Suherman.


Diketahui penyebab dari kenaikan harga cabai ini akibat cuaca ekstrem. Para petani tidak mau memetik karena cuacanya sedang tidak baik. Hal itu menjadikan pasokan berkurang. Selain itu kualitas cabai ikut menurun, tidak dapat mengimbangi tingginya permintaan. Mau tidak mau petani menjual hasil bercocok tanam yang telah membusuk karena faktor cuaca.

Ada pula petani cabai yang melakukan tindakan lain agar tetap bisa menjual, walaupun diakuinya merugi. �Tanaman cabai diserang hama sehingga terpaksa dipanen lebih awal dan dijual dengan harga Rp 20ribu. Padahal harga normal Rp 50ribu per kilogram,� Kata Nanil, petani Desa Malabar, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak. Dilansir dari mediaindonesia(dot)com.

Semakin tingginya harga cabai rawit, harga cabai merah justru mengalami penurunan sekiatr Rp 35.000 per kilogram dari sehari sebelumnya Rp 40.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai yang mahal sepertinya harus diantisipasi oleh para ibu rumah tangga dan pemilik warung makan, terutama yang menyuguhkan makanan pedas. Menurunkan kadar pedas atau mencari soulis lain agar makanan tetap mempertahankan rasa pedas.

Demikianlah beberapa alasan harga cabai melambung tinggi.


Sumber : ummi-online.com

loading...