Senin, 09 Januari 2017

Mayoritas Wanita Tidak Sadar Terkena Ancaman Serangan Jantung Dengan Melakukan Hal Ini

MediandaTerkini � Sahabat medianda terkini penyakit bahaya mematikan yang satu memang tidak mengenal usia saat menyerangnya. Tidak hanya orang tua yang bisa mati mendadak karena penyakit ini, usia muda pun bisa mati mendadak karena penyakit tersebut.



Serangan jantung adalah merupakan penyakit mendadak yang memang tidak diawali dengan gejala apapun. Selain keturunan sakit jantung juga bisa disebabkan oleh gaya hidup. Pola hidup yang tidak sehat seperti makan yang berlebihan, mengosumsi alkohol serta merokok ialah kegiatan yang dapat membuat orang mudah terkena risiko penyakit serangan jantung.

Menurut para peneliti dari Norwegia, wanita ternyata lebih sering tidak sadar terkena serangan jantung dibanding pria. Selain karena gejalanya yang tidak khas, wanita dinilai mempunyai toleransi terhadap rasa sakit yang lebih tinggi daripada pria.

Akibat muncul nyeri yang dirasa tidak terlalu menyakitkan atau mengkhawatirkan bagi wanita, serangan jantung pun diabaikan. Para peneliti khawatir, sebenarnya selama ini banyak serangan jantung pada wanita yang tidak terungkap.

Dr Andrea Ohrn, dari University of Tromso di Norwegia mengatakan, para wanita pun menungkinan terkena serangan jantung yang tak menunjukkan gejala. Sejumlah peneliti menemukan, orang-orang yang lebih bisa menahan rasa sakit, cenderung terkena serangan jantung yang tidak bergejala.

Dokter pun bisa saja salah diagnosis jika hanya menanyakan gejala yang dirasakan wanita. Penelitian itu dipublikasikan di Journal of American Heart Association.

Menurut peneliti, serangan jantung tidak harus langsung rasa nyeri di dada. Bisa dimulai dari rasa mual, kemudian nyeri di dada, rahang, hingga ke lengan. Bahkan pada wanita, gejala serangan jantung terkadang mirip flu. Risiko wanita terkena serangan jantung memang lebih rendah dibanding pria. Namun, ketika wanita sudah menopause, risikonya hampir sama.

Jika terkena serangan jantung, risiko kematian pada wanita bahkan bisa lebih tinggi dibanding pria.

Menurut Dr Mike Knapton dari British Heart Foundation, wanita lebih sering mengabaikan gejala dan menunda mendapatkan pertolongan segera karena menganggap risiko terkena serangan jantung cukup rendah dan mendapat tipe serangan yang tidak bergejala.

Untuk menurunkan risiko terkena serangan jantung, mulailah hidup sehat, seperti tidak merokok, rajin olahraga, batasi asupan gula dan lemak, dan turunkan berat badan jika dirasa anda kegemukan.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Tribunnews

loading...