Rabu, 01 Februari 2017

Hebohh..!! Pria Paruh Baya Sobek Koran Gegerkan Medis Sosial, Perhatikan Benda yang Muncul Dari Potongan Kertas,, Sungguh Mengejutkan.!!

lelaki paruh baya tiba-tiba saja menjadi viral di media sosial.Dalam video berdurasi singkat itu, lelaki tersebut hanya menyobekkan sehelai kertas.

Sambil digumpal-gumpal, kerta koran yang tadi disobek itu berubah.
Belum jelas soal kebenaran dari video tersebut.
Hebohh..!! Pria Paruh Baya Sobek Koran Gegerkan Medis Sosial, Perhatikan Benda yang Muncul Dari Potongan Kertas,, Sungguh Mengejutkan.!!
Hanya saja, dari adegang yang diperlihatkan di video itu terlihat seperti sungguhan.
Seperti dilansir dari laman Mynewshub, tersebar video di media sosial menampilkan aksi seorang pria Melayu.
Dia diklaim mempunyai kemampuan mengganti potongan koran menjadi uang kertas pecahan RM 100.
Melalui video ini, terlihat lelaki paruh baya itu hanya mengenakan sarung.
Dia juga memakai baju biasa.
Pria yang belum diektahui identitasnya itu berbicara sambil melipatt-lipat potongan koran.
Kemudian dia menyobek menjadi potongan kecil.
Setelah potongan itu digumpal-gumpal, tiba-tiba saja keluar uang kerta pecahan 100 ringgit.
�Ni zaman semua orang gaduh-gaduh, kata minyak naik, minyak goreng naik, road tax nak naik tapi tak reti nak buat duit.
�Bukan susah sangat buat duit ada skill sikit-sikit, kertas-kertas tak guna tu simpan buat aja lah duit, bila dapat duit, dapat la belanja nak beli minyak ke, nak pergi piknik ke?
�Apa yang masalah sangat, hidup ni harta hasil dunia je, ni ha dah dapat duit RM100, kurang kang buat lagi, apa nak susah-susah sangat,� ucapnya dalam video tersebut.
Video yang tidak diketahui lokasinya itu telah ditonton lebih 23 ribu kali oleh pengguna web.
Pun begitu, rata-rata netizen yang menyaksikan video tersebut tidak mempercayai �kemampuan� yang dimiliki pria tersebut dan menyatakan itu adalah salah satu trik semata-mata.
Terkuak, Rupanya Begini Cara Dimas Kanjeng Taat Pribadi Menggandakan Uang
Rahasia Dimas Kanjeng Taat Pribadi menggandakan uang dikuak.
Jurnalis Kompas TVmenjelaskan secara detail, Kamis (13/10/2016).
Melalui tayangan Kompas TV Live, Yasir Neneama menjelaskan rinci bagaimana penelusurannya terhadap modus yang digunakan Dimas Kanjeng dalam mempraktikkan penggandaan uang.
Penelusurannya langsung ke lokasi, benda yang sekiranya digunakan Dimas Kanjeng hingga pernyataan polisi.
Menurut Yasir dalam tayangan tersebut Dimas Kanjeng memiliki kursi khusus dalam melakukan aksinya seperti praktik penggandaan uang seperti yang dilihat di YouTube.
Ditengarai ada empat kursi yang berbeda, polisi menurut Yasir baru mengamankan satu kursi.
Dalam praktiknya Dimas Kanjeng selalu menggunakan jubah dan duduk di sebuah kursi.
Lalu tangannya mengambil uang di balik tubuhnya.
Uang tersebut seolah tak ada habisnya.
Ternyata uang tersebut diambil dari selipan kursi khusus yang telah dibuat.
Yasir mencoba memasukkan uang dalam celah kursi, sebanyak Rp 20 juta uang bisa masuk dalam selipan celah kursi.
Menurut keterangan polisi, seperti pada video YouTube tumpukan uang yang sangat banyak merupakan uang palsu, sementara uang yang dihambur-hamburkan setelah diambil Dimas Kanjeng dari balik tubuhnya merupakan uang asli.
Dari keterangan penjahit jubah polisi juga mendapatkan kalau jubah dibuat khusus sehingga memiliki kantung yang banyak.
Ada delapan kantung yang dimodifikasi khusus untuk menyembunyikan uang.
Sementara itu ada kejadian unik saat anggota DPR RI akan datang dan ingin mengetahui secara langsung bagaimana Dimas Kanjeng menggandakan uang.
Sebelum anggota DPR RI datang badan Dimas Kanjeng digeledah polisi ternyata ditemukan uang Rp 2 juta.
Uang tersebut diduga nantinya untuk mengelabuhi anggota DPR RI.
Belum diketahui asal uang tersebut muncul dugaan seseorang ada yang memberikan uang tersebut pada Dimas Kanjeng.
Dan setelah uang tersebut diamankan polisi Dimas Kanjeng yang awalnya akan menunjukkan cara menggandakan uang di depan anggota DPR RI mendadak membatalkan.
Ditengarai aksi yang dilakukan Dimas Kanjeng merupakan aksi tipuan menggunakan berbagai properti untuk mengelabui korbannya. (*)
Silahkan Share

loading...