Rabu, 01 Maret 2017

Hati yang Bahagia Bisa Menaikkan Berat Badan?

MediandaTerkini � Sahabat medianda terkini mungkin hal seperti ini terjadi dilingkungan sekitar anda, perubahan yang berat badan yang signifikan setelah menikah. Ada sebagian orang yang setelah menikah berat badannya bertambah adapula yang malah berkurang berat badannya. menurut salah satu penelitian, pengaruh asupan makanan terhadap kenaikkan berat badan khususnya anak-anak dan dewasa dengan gizi kurang pada keluarga miskin dan keluarga berkecukupan terdapat selisih angka yang signifikan. Pada keluarga miskin atau dewasa berpenghasilan rendah banyak ditemukan dengan berat badan berkategori baik dibandingkan dengan dari keluarga atau dewasa perpenghasilan cukup.



Poin penting kenaikkan berat badan ini tidak hanya ditentukan dari asupan makanan saja namun juga ditentukan dari tingkat rasa bahagia. Baik pada saat mengonsumsi makanan ataupun situasi pada saat makan. Contoh kasus pada keluarga dengan memberikan pola asuh diserahkan pada baby sitter pun akan memberikan pengaruh signifikan pada kenaikkan berat badan anak, dibandingkan dengan pola asuh oleh ibu.

Begitu juga dengan dewasa berpenghasilan biasa saja namun mempunyai tingkat bahagia yang tinggi akan memberikan pengaruh yang baik pada kenaikkan berat badan. Contohnya dewasa yang telah menikah, apabila kedua pasangan mempunyai kenaikkan berat badan yang signifikan dibandingkan sebelum menikah itu artinya kebahagiaan Hati dan pikiran menentukan pertumbuhan biologis mereka.

Hal tersebut pun berlaku untuk anak-anak, apabila tingkat pertumbuhannya sangat lambat, orangtua harus senantiasa mengamati tingkat kebahagiaan mereka. Seperti banyak terlihat pola makan anak-anak makan sambil bermain. Karena berpengaruh pada sel-sel tubuh yang akan menentukan perkembangannya.

Bahagia pun dapat memberikan dampak kepada kehidupan ekonomi dan sosial yang berkembang luas dan dapat meningkatkan kepercayaan diri lebih tinggi.

Semoga bermanfaat.


Sumber:Ummi-online

loading...