Minggu, 19 Maret 2017

Penelitian Buktikan Sering Main Facebook Berdampak Buruk bagi Otak

Penelitian Buktikan Sering Main Facebook Berdampak Buruk bagi Otak

HATI-hati dalam menggunakan media sosial, termasuk Facebook. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa terus-menerus "berselancar" di media sosial seperti Facebook dapat berdampak negatif terhadap otak Anda.

Temuan menunjukkan bahwa ketika ada ketidakseimbangan antara dua sistem kognitif-perilaku dalam otak manusia, ada tingkat yang lebih tinggi penggunaan bermasalah dari situs jejaring sosial.

Dalam studi tersebut, peneliti dari Universitas DePaul di Amerika Serikat menerapkan perspektif dual system-teori didirikan pada psikologi kognitif dan ilmu saraf-yang menyatakan bahwa manusia memiliki dua mekanisme berbeda di otak mereka. Hal ini dapat memengaruhi ketika mereka mengambil keputusan.

Sementara sistem 1 otomatis dan reaktif, cepat dipicu, sering tidak sadar, sebagai reaksi terhadap stimulus seperti melihat atau pemberitahuan atau notifikasi dari media sosial. Sistem 2 adalah reflektif, sistem penalaran yang bergerak lebih lambat, mengatur kognisi dan mengontrol perilaku, menurut Hamed Qahri-Saremi, asisten profesor di DePaul University.

"Sistem kedua dapat membantu individu mengontrol impuls dan perilaku yang tidak dalam kepentingan terbaik mereka," tambahnya yang dikutip Zeenews, Minggu (19/3/2017).

Untuk studi dalam Journal of Sistem Informasi Manajemen ini, tim peneliti memperoleh tanggapan dari 341 mahasiswa sarjana dari sebuah universitas di Amerika Utara yang menggunakan Facebook.

Hasil penelitian menunjukkan, individu yang menampilkan tingkat lebih tinggi penggunaan Facebook memiliki keasyikan yang kuat kognitif-emosional (sistem 1) dan kontrol kognitif-perilaku yang lemah (sistem 2), sehingga menciptakan ketidakseimbangan. Bahkan, semakin besar ketidakseimbangan antara dua sistem, individu lebih mungkin terlibat dalam penyalahgunaan media sosial, kata para peneliti.

Selain itu, penyalahgunaan Facebook ini juga berdampak negatif terhadap kinerja akademik. Semakin tinggi penggunaan bermasalah, maka mendapat nilai IPK lebih rendah.

"Sebuah peningkatan kecil dalam penggunaan media sosial yang bermasalah berdampak signifikan terhadap kinerja akademik, dan ini menurun terus-menerus," tutur Ofir Turel dari California State University. - okezone

loading...